Analisis Persebaran Karbon Dioksida di Ruang Kampus Universitas Batanghari

Guntar Marolop S, Suhendra Suhendra

Abstract


Salah satu jenis gas yang menjadi perhatian dunia saat ini adalah gas karbon dioksida (CO2) karena merupakan salah satu unsur gas rumah kaca (GRK) yang menjadi pemicu terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim. Universitas Batanghari (Unbari) sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di kota Jambi difungsikan sebagai ruang beraktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Minimnya vegetasi di ruang kampus Unbari maka perlu diketahui besar dan persebaran CO2. Ruang yang minim RTH akan mempengaruhi besar dan persebaran CO2. Bila CO2 ruang kampus Unbari melebihi baku mutu maka akan berpengaruh pada kesehatan civitas akademika. Menurut Permenkes No. 1077 Tahun 2011, persebaran CO2 yang melebihi 350 ppm akan mempengaruhi tingkat kesehatan manusia. Oleh karenanya perlu dilakukan penelitian tentang besar dan sebaran konsentrasi CO2 di ruang kampus Unbari. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif, yaitu penelitian dengan pendekatan kuantitatif untuk menggambarkan besar dan persebaran gas CO2 dan suhu di ruang terbuka dan ruang kuliah Unbari. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer diukur dengan alat ukur CO2 meter. Pengukuran dilakukan pada pagi, siang dan sore hari. Data primer CO2 dan suhu (T) hasil pengukuran disusun dalam bentuk tabel dan digambarkan secara grafik. Data sekunder diperoleh dari refrensi yang berhubungan dengan CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pagi, siang dan sore hari  di ruang terbuka terukur bahwa kadar CO2 mencapai (361-531) ppm melebihi yang dipersyaratkan oleh Permenkes No. 1077 Tahun 2011 yakni sebesar 350 ppm. Konsentrasi CO2 di ruang terbuka depan Unbari lebih tinggi yakni (385-1004) ppm. Tingginya CO2 ini dipengaruhi oleh kepadatan lalulintas jalan Slamet Riyadi di depan kampus Unbari. Konsentrasi CO2 di ruang kuliah paling tinggi 758 ppm, masih memenuhi Permenkes No. 1077 Tahun 2011.


Keywords


Karbon dioksida (CO2), ruang kuliah, ruang terbuka, ruang terbuka hijau

Full Text:

PDF

References


Alven Rochmania dkk, 2021, Monitoring Kandungan CO2 Di Udara Berbasis IoT Dengan Nodemcu Esp 82266 Dan Sensor MQ135, Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika (JSPF) Jilid 17, No 3, Desember 2021, Surabaya.

Anggie Sinthiya, Danang Kusnadi, 2018, Analisis Emisi Gas Rumah Kaca Dan Pemetaan Zona Emisi Menggunakan GIS Di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Explore Vol 9 No 2 (2018),Universitas Bandar Lampung, Bandar Lampung.

ASHRAE. 1989. Physiological Principles, Comfort, and Health ASHRAE. Handbook of Fundamental Chapter 8. Atlanta US.

Badan Standardisasi Nasional, 2001, SNI 03-6572-2001 tentang Tata cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. Jakarta.

Kemenkes, 2011, Permenkes Nomor 1077/Menkes/Per/V/2011 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang, Jakarta.

M. Husni Kotta, 2008, Suhu Netral dan Rentang Suhu Nyaman Manusia Indonesia (Studi Kasus Penelitian Pada Nangunan Kantor di Makassar), Metropilar Volume 6 Nomor 1 Januari 2008, Makassar.

Razali, N. Y. Y., Latif, M. T., Dominick, D., Mohamad, N., Sulaiman, F. R., & Srithawirat, T. (2015). Concentration of Particulate Matter, CO and CO2 in Selected Schools in Malaysia. Building and Environment, Singapura.

Samiaji, 2011, Gas CO2 di Wilayah Indonesia, Dirgantara Volume 12 No 2 Juni 2011, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/civronlit.v7i2.99

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Civronlit Unbari
Publisher: Fakultas Teknik Universitas Batanghari Jambi
Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122, Phone: 0741-668280, email: civronlit.unbari@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.