Nilai Penetrasi Air Pada Beton Mutu 40 MPa yang Menggunakan Bahan Tambah Pengikat Ordinary Portland Cement dan Bahan Tambah Calcium Stearate

Agus Maryoto, Lutfiyah Nurul Muslimah, Gathot Heri Sudibyo

Abstract


Beton merupakan material yang sering dipakai pada bangunan sipil karena kuat tekannya yang tinggi dan memiliki durabilitas yang baik. Material ini tidak sepenuhnya impermeable terhadap penetrasi air karena terbentuknya jutaan kapiler pada saat proses pembuatan beton. Senyawa korosif masuk bersama air melalui kapiler ini.  Oleh karena itu diperlukan bahan tambah yang bisa memperbaiki sifat fisik beton. Penggunaan calcium stearate telah terbukti mampu menurunkan serangan korosi melalui uji korosi dipercepat. Sayangnya masih jarang penelitian yang menguji infiltrasi air ke dalam beton menggunakan permeabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan calcium stearate terhadap nilai penetrasi air. Dosis calcium stearate yang digunakan yaitu 0, 1, 2 dan 3% dari berat semen. Mutu beton yang digunakan adalah 40 MPa. Benda uji berupa kubus dengan sisi 15x15x15 cm. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan nilai penetrasi air akibat penambahan calcium stearate. Nilai penetrasi pada masing-masing kadar calcium stearate 0, 1, 2 dan 3%  adalah sebesar 1.27, 1.07, 0.93 dan 0.70 cm. Hal ini menunjukan bahwa calcium stearate dapat menurunkan penetrasi air ke dalam beton.

Keywords


Calcium Stearate; Penetrasi; permeabilitas; serangan korosi

Full Text:

PDF

References


ASTM C 270-07. (2007). Standard Specification for Mortar Unit Masonry. United States: American Society for Testing and Material., 2-13.

ASTM C.150. (1958). Standard Specification for Portland Cement. Annual Books od ASTM Standard. Philadelphia, USA.

Aulia, M. D. (2012). Studi Eksperimental Permeabilitas dan Kuat Tekan Beton K-450 Menggunakan Zat Adiktif Conplast WP421. Bandung: UNIKOM.

Badan Standarisasi Nasional. (1881). SII 0013-1981. Mutu dan Cara Uji Semen Portland. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (1990). SK SNI S-36-1990-03. Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (1990). SNI 03-1974-1990. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (2000). SNI 03-2834-2000. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (2002). SNI 03-6825-2002. Metode Pengujian Kekuatan Tekan Mortar Semen Portland untuk Pekerjaan Sipil. Jakrta: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (2004). SNI 15-2049-2004. Semen Portland. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (2012). SNI 7656:2012. Tata Cara Pemilihan Campuran untuk Beton Normal, Beton Berat dan Beton Massa. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (2013). SNI 2847:2013. Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (2015). SNI 2460:2015. Semen Portland. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Departemen Pekerjaan Umum. (1989). Pedoman Beton. Badan Penelitian dan Pengembangan PU, 1989. SKBI.1.4.53.1989. Draft Konsesnus., Jakarta: DPU, 1989.

Departemen Pekerjaan Umum, & Badan Penelitian dan Pengembangan PU. (1989). Pedoman Beton SKBI.1.4.53.1989. Draft Consensus. Jakarta: DPU, 1989.

Deutsche Norm. (1991). DIN 1048-5. Berlin: Deutsche Norm.

Lee, Y. L., Oh, C.H., Lim, M.H., dan Lee, F.W. (2018). Engineering Properties of Foamed Concrete Containing Water Repellent. Malaysia: Universiti Tunku Abdul Rahman.

Maryoto, A. (2004). Studi Penggunaan Calcium Stearate, Aspal Emulsi dan Superplasticiser untuk Mengontrol Absorpsi pada Beton Mutu Normal. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.

Maryoto, A. (2010). Pengaruh Penggunaan Calcium Stearate Terhadap Nilai Absorpsi dan Arus Macrocel pada Beton Bertulang. Dinamika Rekayasa, 6(2), 44-49.

Maryoto, A. (2014). Sinergi Penggunaan Calcium Strearate dan Fly ash dalam Beton untuk Menahan Tekanan Air. Jurnal Teknik Sipil dan Perencaaan, 16(2), 135-140.

Mulyono, T. (2003). Teknologi Beton. Andi. Yogyakarta: Andi Offset.

Nurchasanah, Y. (2010). Koefisien Permeabilitas pada Rekayasa Beton Kedap Air dengan Bahan Baku Limbah Padat Industri Cor Logam di Kabupaten Klaten. Seminar Nasional FTSP-ITN Malang. Jawa Tengah: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Prasetio, A. (2011). Porositas dan Permeabilitas Beton Menggunakan Pasir Tailing Tambang Timah dan Pasir Besi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Prasetya, R. Y. (2016). Analisis Kuat Tekan dan Permeabilitas Beton dengan Agregat Halus Campuran Pasir Merah Purwodadi dan pasir Kaliworo Klaten. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Quraishi, M.A., Kumar, V., Singh, B.N., dan Singh, S.K. (2011). Calcium stearate: A Green Corrosion Inhibitor for Steel ini Concrete. J. Mater. Environ. Sci. 2 (4), 371.

Susanto, M. E. (2015). Pengaruh Penambahan serat Tembaga Pada Beton Mutu Tinggi Metode Dreux Terhadap Kuat Tekan, Permeabilitas dan Penetrasi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/civronlit.v7i1.91

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Civronlit Unbari
Publisher: Fakultas Teknik Universitas Batanghari Jambi
Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122, Phone: 0741-668280, email: civronlit.unbari@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.