PENGARUH JUMLAH OLI BEKAS TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR PADA PROSES SOLIDIFIKASI/STABILISASI LIMBAH OLI BEKAS

Monik Kasman

Abstract


Limbah oli bekas termasuk dalam limbah B3 dari sumber tidak spesifik sehingga penanganannya pun harus secara khusus dan mengacu pada PP 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah B3. Solidifikasi/stabilisasi atau disingkat s/s merupakan suatu metoda dan proses pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang direkomendasikan untuk pengolahan limbah B3 dalam PP 101 tahun 2014. Penelitianinimerupakanpenelitianpendahuluanuntukmenelaahapakah proses solidifikasi/stabilisasidapatdigunakandalammengolahlimbaholibekas. Dalampenelitianini, limbaholibekasdijadikansebagaipengganti air sebagaicampuran mortar denganvarian air terhadapolibekas (a/o) 100%/0%, 75%/25%, 50%/50% dan 25%/75%. Umur mortar dalampenelitianiniadalah 3 hari, 7 haridan 4 hari.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa proses solidifikasi/stabilisasi dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pengolahan limbah oli bekas. Rasio oli bekas terhadap air sebagai air campuran dalam pembuatan mortar dan umur mortar berpengaruh terhadap kuat tekan mortar . Varian mortar yang memenuhi nilai kuat tekan sesuai dengan SNI-15-7064.2004 dan ASTM C-150-02 adalah rasio a/o 75%/25%. Nilai kuat teken rasio a/o 75%/25% umur 3,  7 dan 14 hari adalah 16 MPa, 18,67 MPa, dan 22 MPa.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33087/civronlit.v1i1.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal Civronlit Unbari
Publisher: Fakultas Teknik Universitas Batanghari Jambi
Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122, Phone: 0741-668280, email: civronlit.unbari@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.